Minggu, 26 Agustus 2012

Tindakan Tepat Pada Saat Yang Tepat


 
Secara umum tindakan ABC seperti pada tulisan bagian pertama dapat dilakukan pada jenis kecelakaan apa saja bila memang diperlukan. Tindakan-tindakan khusus menurut jenis kecelakaan dapat Anda ikuti dalam tulisan berikut. Usahakanlah tindakan-tindakan dilakukan secara tenang dengan pikiran tenang tindakan dapat dilakukan secara benar.
Kasus apa saja yang dibahas disini?
  • Perdarahan
  • Luka bakar/melepuh
  • Tersetrum
  • Tenggelam
  • Patah tulang
A. Perdarahan
Bila terjadi perdarahan di hidung atau mimisan.
  • Dudukkan penderita. Bisa juga dalam posisi berdiri (jangan dibaringkan).
  • Tundukkan kepala penderita sedikit ke depan taruh kompres dingin di leher bagian belakang.
  • Usahakan untuk sering mengganti kompres sehingga bagian belakang leher tetap dingin.
  • Kompres panas justru akan memperbanyak perdarahan.
  • Biasanya perdarahan akan berhenti setelah 4-5 menit.
Bila perdarahan terjadi pada jari /tangan angkat jari/tangan tinggi-tinggi.
Bila terjadi perdarahan banyak.
  • Yang pertama harus anda lakukan adalah menenangkan penderita agar tidak terlalu banyak bergerak.
  • Jangan buang waktu dengan mencari-cari tissue atau kain pembalut.
  • Setelah penderita tenang barulah Anda lakukan sbb.:
1.    Baringkan penderita.
Usahakan bagian tubuh yang terluka dalam posisi yang lebih tinggi dari tubuhnya. Dengan demikian aliran darah ke tubuh yang terluka akan mengalir lebih lambat.
2.    Bila pada luka terdapat potongan kaca atau benda lain.
§  Tekan bagian bawah dan atas luka.
§  Jangan tekan langsung pada lukanya.
3.    Bila perdarahan berhenti jangan bersihkan darah-darah yang mengering pada permukaan luka. Darah yang mengering merupakan reaksi alami tubuh untuk mencegah perdarahan lebih lanjut.
4.    Bebat luka/Tekan luka dengan sepotong kain bersih. Setelah itu segera panggil dokter atau bawa ke rumah sakit.
 
Contoh tindakan pada perdarahan:
1.    Perdarahan.
2.    Tinggikan anggota yang bersangkutan dan lakukan penekanan setempat (1). Bila perlu berikan tekanan pada arteri (2)
3.    Letakan gulungan pembalut di bawah balut tekan untuk memberikan tekanan setempat
B. Luka bakar/melepuh
Melepuh terjadi bila sebagian kecil kulit terkena air mendidih atau sesuatu yang panas. Untuk hal ini biasanya pertolongan pertama sudah mencukupi. Pertolongan pertama pada luka bakar yang ringan atau melepuh adalah sbb.:
1.    Dinginkan luka dengan air mengalir selama kurang lebih 20 menit.
Pendinginan yang konstan dapat menghindari penyebaran panas pada permukaan kulit.
2.    Bila cara di atas tidak memungkinkan, misal Anda dalam perjalanan Anda dapat menggunakan Brandwundenspray yaitu spray untuk luka bakar yang tersedia di apotik.
3.    Jangan olesi sembarangan pada luka
Jangan oleskan krem, minyak atau sembarang salep dan jangan pergunakan kapas pada permukaan luka karena dapat menempel
4.    Hindari infeksi
Untuk menghindari infeksi pada luka bakar Anda dapat mengoleskan salep atau krem khusus: desinfizierende Wundgele salep desinfektan khusus luka bakar. Tersedia di apotik
5.    Biarkan luka terbuka
Bila luka bakar atau kulit yang melepuh kecil usahakan luka tetap terbuka agar mudah kering. Namun hal dilakukan bila memang infeksi relatif kecil terjadi. Bila luka bakar atau melepuh seluas atau lebih luas dari dua kali telapak tangan Anda perlu segera penanganan dokter. Dalam hal ini pertolongan pertama saja tidaklah mencukupi.
C. Tersetrum
Tersetrum terjadi bila seseorang memegang alat elektronik atau kabel listrik yang rusak, bila sudah terjadi begitu otot-otot tangan tidak bisa lagi melepas benda yang menyebabkan penderita tersetrum. Bila Anda memegang penderita tanpa sebelumnya mematikan aliran listrik maka Anda akan terkena strum. Tindakan apa yang dapat Anda lakukan?
1.    Segera matikan aliran listrik. Cabut steker. Atau matikan sikring pusat.
2.    Jauhkan penderita dari sumber listrik. Untuk dapat memegang penderita tanpa kesetrum anda memerlukan benda yang tidak bisa mengantarkan listrik. Gunakan misalnya, sarung tangan karet yang kering (air juga dapat mengantarkan listrik !!), atau tongkat sapu. (lihat gbr disamping).
3.    Periksa apakah penderita masih bernapas dengan normal. Bila tidak lakukan pernapasan mulut.
4.    Bila penderita masih bernapas dengan normal baringkan dengan posisi sisi mantap . Yaitu miringkan penderita ke sisi kanan, tangan kiri penderita letakkan di pipi kanan.Hal ini dilakukan supaya penderita bisa bernapas spontan (tidak tertutup oleh lidah ).
5.    Hubungi segera dokter atau ambulans
6.    Letakkan kain atau pakaian yang kering dan tidak berbulu pada permukaan luka.
D. Tenggelam
Bagi anak kecil atau bayi sudah dapat dikatakan tenggelam bila seluruh mukanya tenggelam dalam genangan air yang tidak terlalu dalam, misalnya kolam di kebun. Bila air dalam jumlah banyak tertelan penderita terancam bahaya, Anda dapat melakukan pertolongan pertama sbb.:
1.    Angkat kepala atau tubuh penderita dari air, sehingga air dapat keluar dari saluran pernafasan.
2.    Bila diperlukan lakukan pernapasn mulut. Walaupun penderita sudah tidak bernapas dalam waktu yang agak lama pernapasan mulut dapat kembali menormalkan pernapasan.
3.    Bila pernapasan sudah kembali normal dudukkan penderita
4.    Hubungi segera dokter atau ambulans.
E. Patah tulang
Patah tulang terdiri dari dua jenis, yaitu patah tulang terbuka dan petah tulang tertutup. Yang dimaksud patah tulang terbuka ialah patah tulang disertai luka pada permukaan kulit. Sedangkan yang dimaksud patah tulang tertutup adalah patah tulang tanpa disertai luka.
Jatuh dari pohon atau tempat tinggi (misal sehabis meloncat) biasanya hanya menyebabkan patah tulang tertutup.
Anda dapat membedakan antara patah tulang dan keseleo biasa antara lain dengan tanda-tanda sbb:
Biasanya pada patah tulang terdapat:
- Rasa sakit yang amat sangat
- Bagian tubuh yang bersangkutan tidak bisa digerakkan
Untuk penanganan lebih lanjut segera panggil dokter atau ambulans, usahakan penderita jangan bergerak sedikitpun. Jangan beri minum atau makan bagi penderita, siapa tahu diperlukan penangan operasi yang membutuhkan bius total.
Penanganan medis terlebih lagi sangat urgen bila saat jatuh diawali dengan posisi kepala dibawah.
Walaupun penderita tidak merasa sakit perhatikan gejala-gejala yang terjadi setelah jatuh. Misalnya muntah, sakit kepala, keluar darah atau cairan dari hidung atau telinga, sesak napas dan tanda-tanda terhambatnya gerakan tubuh. Bila anda menemukan salah satu diantara gejala diatas segera hubungi dokter atau ambulans.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar